Search
Sabtu, 09 Juli 2011
IPS 2: Materi kuliah
Materi I: TINDAKAN EKONOMI Download power pointnya DISINI
Materi 2: MANAJEMEN KONFLIK Download power pointnya DISINI
Materi 3: KEMISKINAN Download power pointnya DISINI
nah gimana temen2? semoga bermanfaat dan membantu. Saya Berdoa juga semoga besok mendapatkan IPK yang memuaskan. AMIN
:P
salam SUKSES...
Sabtu, 07 Mei 2011
IPS 2: Karakteristik Kebudayaan
A. Pengertian Karakteristik dan Kebudayaan
Karakteristik secara etimologis berasal dari bahasa Inggris, yaitu berasal dari kata character. Arti character sendiri adalah watak, sifat, dan peran. Karakter bisa diartikan sebagai suatu sifat ataupun ciri-ciri yang khusus (yang membedakannya dengan yang lain). Characteristic adalah sifat yang khas, yaitu sebuah keistimewaan atau ciri khas yang membantu dalam mengenal sesuatu, memisahkannya dengan yang lain, atau mendeskripsikan secara jelas dan nyata; sebuah tanda yang berbeda.
Pengertian kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Kebudayaan bisa dikatakan sebagai suatu sistem dalam masyarakat dimana terjadi interaksi antar individu/kelompok dengan idnividu/kelompok lain sehingga menimbulkan suatu pola tertentu, kemudian menjadi sebuah kesepakatan bersama (baik langsung ataupun tidak langsung).
B. Implikasi Karakteristik Kebudayaan
Karakteristik Kebudayaan adalah sesuatu yang dapat dipelajari, dapat ditukar dan dapat berubah, itu terjadi ‘hanya jika’ ada jaringan interaksi antar manusia dalam bentuk komunikasi antar pribadi maupun antar kelompok budaya yang terus menerus. Dalam hal ini, seperti yang dikatakan oleh Edward T. Hall, budaya adalah komunikasi; komunikasi adalah budaya. Jika kebudayaan diartikan sebagai sebuah kompleksitas total dari seluruh pikiran, perasaan, dan perbuatan manusia, maka untuk mendapatkannya dibutuhkan sebuah usaha yang selalu berurusan dengan orang lain. Disini Edward T. Hall menegaskan bahwa hanya manusialah yang memiliki kebudayaan, sedangkan binatang tidak. Karaktersitik dari kebudayaan membentuk perilaku – perilaku komunikasi yang khusus, yang tampil dalam konsep subkultur. Subkultur adalah kebudayaan yang hanya berlaku bagi anggota sebuah komunitas dalam satu kebudayaan makro. Sebagai contoh para homosex atau lesbi mempunyai kebudayaan khsus, apakah itu dari segi pakaian, makanan, istilah, atau bahasa yang digunakan sehari-hari.
Dalam mempelajari kebudayaan tedapat beberapa pendekatan: materi, behaviorisme, dan ideasional. Pendekatan materi yakni memandang kebudayaan sebagai materi: pada produk yang dihasilkan sehingga bisa diobservasi. Pendekatan behavirosime kebudayaan dipandang sebagai suatu pola tindakan dan perilaku atau sebagai suatu sistem adaptif. Sedangkan pada pendekatan ideasional kebudayaan dipandang sebagai suatu ide, yaitu keseluruhan pengetahuan yang memungkinkan produk dan perilaku ditampakkan
Dalam memahami kebudayaan kita harus mengacu pada sejumlah karakteristik kebudayaan, antara lain adalah bahwa kebudayaan itu dimiliki bersama, diperoleh melalui belajar, bersifat simbolis, bersifat adaptif dan maladaptif, bersifat relatif dan universal.
Dibawah ini akan dijelaskan beberapa karakteristik kebudayaan yang diambil dari sumber atau bahan bacaan lain.
Ø Budaya adalah mekanisme adaptif (Culture is an adaptive mechanism)
Kebudayaan adalah suatu mekansime yang dapat menyesuaikan diri. Kebudayaan adalah sebuah keberhasila mekanisme bagi spesis manusia. Kebudayaan memberikan kita sebuah keuntungan selektif yang besar dalam kompetisi bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang lain.
Ø Budaya yang dipelajari (Culture is learned)
Budaya bukanlah suatu hal yang naluriah, dimana kita telah terprogram untuk mengetahui fakta-fakta dari budaya tersebut. Oleh karena itu salah satu dari karakteristik budaya adalah diperoleh melalui belajar. Manusia lahir ke dunia dengan sifat dasar, yaitu ‘lapar’ dan ‘haus’. Akan tetapi mereka belum meiliki suatu bentuk pola naluriah untuk dapat memuaskan sifat dasar itu. Selain itu manusia saat lahir juga tidak dibekali pengetahuan tentang budaya (cultural knowledge).Tetapi mereka secara genetis terpengaruh untuk belajar/mempelajari bahasa dan tanda-tanda kebudayaan lainnya (cultural traits). Seorang bayi akan berada di suatu tempat (disini bisa diakatakan sebuah keluarga), dan mereka tumbuh dan belajar tentang kebudayaan sebagai sesuatu yang mereka miliki.
Ø Perubahan Budaya (Cultures change)
Kebudayaan bukan sesuatu yang terus-menerus tetap (bertumpuk). Pada waktu yang sama dimana suatu kebudayaan ada, terdapat tanda-tanda kebudayaan baru. Tanda-tanda itu bisa sebagai tambahan (addition) atau pengurangan (subtraction). Tanda-tanda ini menyebabkan perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan berubah dan berkembang secara dinamis setiap saat: kebudayaan tidak statis. Berbagai aspek kebudayaan beserta tanda-tandanya akan terjalin rapat menjadi suatu pola yang sangat kompleks.
Ø Orang yang Biasanya Tidak Menyadari Budaya Mereka (People usually are not aware of their culture)
Cara kita bergaul dan melakukan segala sesuatu dalam keseharian kita terkesan berjalan dengan alami (natural). Kebanyakan dari kita tidak sadar akan budaya. Hal itu disebabkan oleh manusia yang pada dasarnya sangat dekat dengan kebudayaan itu dan mengetahuinya dengan sangat baik. Manusia merasakan bahwa semuanya seolah-olah terjadi begitu saja (mewarisi secara biologis). Dan biasanya manusia hanya akan sadar bahwa pola kelakuan mereka bukanlah sesuatu yang individual ketika mereka mulai berinteraksi dengan manusia dari kebudayaan lain.
Ø Budaya memberi kita berbagai pola perilaku (Culture gives us a range of permissible behavior patterns)
Kebudayaan umumnya memberikan jarak dalam cara bagaimana laki-laki sebagai laki-laki, wanita sebagai wanita. Kebudayaan juga memberitahukan bagaimana perbedaan aktivitas yang seharusnya ada dan tidak, seperti bagaimana seorang suami bertindak sebagai suami, isteri sebagai isteri, dan sebagainya. Aturan ini biasanya bersifat fleksibel di setiap derajat, kadar da tingkatnya. Dia Amerka Utara contohnya, kebudayaan mereka mengajarkan bahwa seorang harus berpakaian sesuai dengan jenis kelamin mereka (gender). Akan tetapi mereka boleh memakai pakaian dengan cara yang berbeda pada saat siutasi yang berbeda.
Ø Budaya tidak lagi di isolasi (Cultures no longer exist in isolation)
Artinya kebudayaan tidak akan bertahan lama dalam suatu wilayah terpencil. Apabila suatu kebudayaan baru memasuki wilayah tersebut, secara alamiah masyarakat disana akan berkembang dan mulai beradaotasi dengan kebudayaan-kebudayaan baru. Dengan kata lain, suatu budaya sulit bertahan (asli) di suatu tempat karena akan dipengaruhi oleh budaya-buadaya dari daerah lain disekitarnya.
Ø Budaya berbagi (Culture is shared)
Suatu kebudayaan dimiliki secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Berdasarkan wilayah, kondisi iklim, dan warisan sejarah, mereka tumbuh dan berkembang di dalamnya. Mereka memiliki suatu nilai dan keyakinan, dimana kumpulan-kumpulan prinsip/asas/dasar nilai dan keyakinan ini akan membentuk kebudayaan mereka. Kebudayaan bisa saja menjadi kepunyaan dari komunitas tunggal, tapi tidak akan pernah menjadi kepunyaan dari seseorang yang tunggal (individu).
C. Kebudayaan Indonesia
Budaya Indonesia telah dibentuk oleh interaksi yang panjang antara kebiasaan adat asli dan berbagai pengaruh asing. Indonesia adalah pusat sepanjang rute perdagangan kuno antara Timur Jauh dan Timur Tengah, sehingga banyak praktek-praktek budaya yang sangat dipengaruhi oleh banyak agama, termasuk Hindu, Buddha, Kong hu chu dan Islam, semua kuat di kota-kota perdagangan utama. Hasilnya adalah campuran budaya kompleks yang sangat berbeda dari budaya asli. Contoh fusi budaya meliputi fusi Islam dengan keyakinan Hindu di Jawa abangan, perpaduan dari Hindu, Buddha dan animisme di Budha, dan perpaduan Hindu dan animisme dalam Kaharingan, lainnya dapat dikutip. Bahasa Indonesia-bentuk seni mengungkapkan hal ini campuran budaya. Wayang, teater tradisional-dilakukan menunjukkan boneka, adalah media dalam penyebaran agama Hindu dan Islam di antara penduduk desa Jawa. Baik Tari Jawa dan Bali memiliki cerita tentang Buddha kuno dan kerajaan Hindu, sedangkan bentuk-bentuk seni dan arsitektur Islam hadir di Sumatra, terutama di daerah Minangkabau dan Aceh. seni tradisional, musik dan olahraga digabungkan dalam bentuk seni bela diri yang disebut Pencak Silat. Budaya Barat telah sangat mempengaruhi Indonesia dalam hiburan modern seperti acara televisi, film dan musik, serta sistem politik dan isu-isu. India terutama dipengaruhi lagu-lagu Indonesia dan film. Jenis yang populer dari lagu adalah dangdut India-berirama, yang sering dicampur dengan musik folk Arab dan Melayu. Meskipun pengaruh kebudayaan asing, beberapa daerah terpencil Indonesia masih melestarikan budaya asli yang unik. kelompok etnis asli Mentawai, Asmat, Dani, Dayak, Toraja dan banyak orang lain yang masih berlatih ritual etnis mereka, adat dan mengenakan pakaian tradisional.
Isi Kebudayaan Indonesia
1. Seni pertunjukan tradisional
a. Musik
Indonesia adalah rumah bagi berbagai gaya musik, dengan orang-orang dari pulau-pulau Jawa, Sumatera dan Bali yang sering dicatat. Musik tradisional Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Bali adalah gamelan. Pada tanggal 29 Juni 1965, Koes Plus, kelompok pop terkemuka di Indonesia dalam, 70-an 1960-an dan 80-an, dipenjarakan di Glodok, Jakarta Barat, untuk bermain musik gaya Barat. Setelah pengunduran diri Presiden Sukarno, undang-undang itu dibatalkan, dan pada 1970-an penjara Glodok itu dibongkar dan diganti dengan pusat perbelanjaan besar. Kroncong adalah genre musik yang menggunakan gitar dan ukuleles sebagai alat musik utama. genre ini telah berakar di Portugal dan diperkenalkan oleh pedagang Portugis pada abad kelima belas. Ada keroncong Tugu grup musik tradisional di Jakarta Utara dan kelompok-kelompok musik tradisional keroncong di Maluku, dengan pengaruh Portugis yang kuat. Genre musik ini sangat populer di paruh pertama abad kedua puluh, sebuah bentuk kontemporer Kroncong disebut Pop Kroncong. Angklung musik orkestra, asli Jawa Barat, menerima pengakuan internasional sebagai UNESCO telah terdaftar instrumen tradisional Jawa Barat musik terbuat dari bambu dalam daftar warisan budaya takbenda. Musik Sasando lembut dari propinsi Nusa Tenggara Timur di Timor Barat benar-benar berbeda. Sasando menggunakan instrumen yang terbuat dari daun kelapa pemecahan Lontar (Borassus flabellifer), yang memiliki beberapa kemiripan dengan harpa.
b. Tari
Tari Indonesia mencerminkan keragaman budaya dari kelompok etnis yang terdiri bangsa Indonesia. Akar Austronesia dan Melanesia bentuk tarian suku yang terlihat, dan pengaruh mulai dari tetangga negara-negara Asia, seperti India, Cina, dan Timur Tengah untuk gaya barat Eropa melalui kolonisasi. Setiap kelompok etnis mempunyai tarian sendiri yang berbeda, membuat total tarian di Indonesia lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Namun, tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga era; Era Prasejarah, Hindu/Buddha Era dan Era Islam, dan menjadi dua genre, tari pengadilan dan tarian rakyat. Ada sebuah kontinum dalam tarian tradisional yang menggambarkan episode dari Ramayana dan Mahabharata dari India, mulai melalui Thailand, sepanjang jalan ke Bali. Ada perbedaan yang nyata, meskipun, antara tarian yang sangat bergaya pengadilan Yogyakarta dan Surakarta dan variasi populer mereka. Sementara tarian pengadilan dipromosikan dan bahkan dilakukan secara internasional, bentuk populer dari seni tari dan drama sebagian besar harus ditemukan secara lokal.
c. Drama dan teater
Wayang, menunjukkan Jawa, Sunda, dan Bali teater wayang kulit menampilkan beberapa mitologi legenda seperti Ramayana dan Mahabharata, dan banyak lagi. Wayang Orang adalah Jawa drama tari tradisional yang didasarkan pada cerita wayang. Berbagai drama tari Bali juga dapat dimasukkan dalam bentuk drama tradisional Indonesia. Bentuk lain dari drama lokal Jawa Ludruk dan ketoprak, Sandiwara Sunda, dan Betawi Lenong. Semua drama dimasukkan humor dan bercanda, sering melibatkan penonton dalam kinerja mereka. Randai adalah teater rakyat tradisi masyarakat Minangkabau Sumatera Barat, biasanya dilakukan untuk upacara tradisional dan festival. Ini menggabungkan musik, menyanyi, tari, drama dan seni bela diri silat, dengan pertunjukan sering didasarkan pada legenda Minangkabau semi-historis dan kisah cinta. seni pertunjukan modern juga dikembangkan di Indonesia dengan gaya mereka yang berbeda drama. tari terkenal teater,, dan rombongan drama seperti Teater Koma mendapatkan popularitas di Indonesia sebagai drama mereka sering menggambarkan satir sosial dan politik masyarakat Indonesia.
d. Seni Bela Diri.
Seni silat diciptakan dan pertama kali dikembangkan di pulau Jawa dan Sumatra. Ini adalah seni untuk bertahan hidup dan dipraktekkan di seluruh kepulauan Indonesia. Berabad-abad perang suku dalam sejarah Indonesia telah membentuk silat seperti yang digunakan oleh prajurit kuno Indonesia. Silat digunakan untuk menentukan peringkat dan posisi di dalam kerajaan-kerajaan Indonesia lama.Silat digunakan oleh pejuang kemerdekaan Indonesia selama perjuangan mereka melawan penjajah Belanda. Sayangnya setelah Indonesia mencapai kemerdekaan mereka, silat menjadi kurang populer di kalangan pemuda Indonesia dibandingkan dengan seni bela diri asing seperti Karate dan Taekwondo. Hal ini mungkin karena silat tidak diajarkan secara terbuka dan hanya diturunkan antara keluarga darah, alasan lain adalah kurangnya penggambaran media seni.
2. Seni visual Tradisional.
a. Lukisan
Di bawah pengaruh kekuasaan kolonial Belanda, sebuah lukisan kecenderungan gaya Barat muncul pada abad ke-19. Di Belanda, "Lukisan Indonesia" istilah diterapkan pada lukisan yang dihasilkan oleh seniman asing Belanda atau lainnya yang tinggal dan bekerja di Hindia-Belanda dahulu. Penduduk asli pelukis paling terkenal abad ke-19 Bahasa Indonesia adalah Raden Saleh (1807-1877), seniman asli pertama untuk studi di Eropa. seni-Nya sangat dipengaruhi oleh Romantisisme.
b. Patung
Indonesia memiliki lama-dia Perunggu dan Zaman Besi, tetapi bentuk seni terutama berkembang di kedelapan untuk abad kesepuluh, baik sebagai karya yang berdiri sendiri seni, dan juga dimasukkan ke dalam candi.Yang paling menonjol adalah ratusan meter patung relief di candi Borobudur di Jawa Tengah. Sekitar dua kilometer dari patung relief indah menceritakan kisah kehidupan Buddha dan menggambarkan ajarannya. Candi ini awalnya rumah bagi 504 patung Sang Buddha duduk. Situs ini, seperti dengan orang lain di Jawa Tengah, menunjukkan pengaruh India yang jelas.
c. Arsitektur
Selama berabad-abad, pengaruh yang paling dominan pada arsitektur Indonesia adalah India, meskipun pengaruh Eropa telah sangat kuat sejak abad kesembilan belas dan arsitektur modern di Indonesia adalah dalam lingkup internasional. Seperti di sebagian besar Asia Tenggara, bangunan tradisional di Indonesia dibangun di atas panggung, dengan pengecualian yang signifikan Jawa dan Bali. Terkemuka rumah panggung adalah mereka dari orang-orang Dayak di Kalimantan, Rumah Gadang orang Minangkabau di Sumatra Barat, orang-orang Batak di Sumatra Utara, dan Tongkonan dari orang-orang Toraja di Sulawesi. atap pelana terlalu besar dengan atap besar, seperti rumah-rumah Batak dan tongkonan Toraja, seringkali lebih besar daripada rumah yang mereka tempat tinggal. Bagian depan rumah Toraja sering dihiasi dengan tanduk kerbau, ditumpuk satu di atas lain, sebagai indikasi status. Dinding luar juga sering fitur relief dekoratif.
d. Kerajinan
Beberapa pulau-pulau Indonesia terkenal dengan batik mereka, tenun ikat dan kain songket. Setelah di ambang menghilang, batik dan kemudian ikat menemukan sewa baru kehidupan ketika mantan Presiden Suharto dipromosikan mengenakan kemeja batik pada acara-acara resmi. Selain pola-pola tradisional dengan makna khusus mereka, yang digunakan untuk acara-acara tertentu, desain batik telah menjadi kreatif dan beragam selama beberapa tahun terakhir.
3. Sastra
Pramoedya Ananta Toer adalah penulis Indonesia yang paling internasional dirayakan, setelah memenangkan Magsaysay Award juga sedang dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel dalam Sastra. tokoh penting lainnya termasuk Chairil Anwar almarhum, seorang penyair dan anggota dari "Generasi 45" kelompok penulis yang aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia. informasi kontrol ketat selama presiden Suharto ditekan tulisan baru, terutama karena kemampuannya menghasut untuk reformasi sosial. Ada sebuah tradisi yang panjang di Indonesia, khususnya di kalangan populasi etnis Melayu, dari yang dilakukan tanpa persiapan, komposisi interaktif, oral puisi. Puisi ini disebut sebagai pantun. Penyair kontemporer Indonesia meliputi antara lain, Sutardji Calzoum Bachri, Afrizal Malna, [9] Binhad Nurrohmat, Joko Pinurbo, Sapardi Djoko Damono.
4. Rekreasi dan Olahraga
Rekreasi dan olahraga. Banyak permainan tradisional itu masih ada dan populer di Indonesia, meskipun budaya barat telah mempengaruhi beberapa bagian dari mereka. Diantara tiga ratus budaya Indonesia secara resmi diakui, ada banyak jenis permainan tradisional: sabung ayam di Bali, ras banteng tahunan di Madura, dan batu melompat di Nias. Stone jumping melibatkan melompati dinding batu tentang sampai 1,5 m tinggi dan pada awalnya digunakan untuk melatih prajurit. Pencak Silat adalah bentuk lain populer olahraga, yang dipengaruhi oleh budaya Asia secara keseluruhan. Bentuk lain dari olah raga nasional sepak takraw Aturan-aturan serupa dengan voli:. Untuk menjaga bola rotan di udara dengan kaki para pemain.
5. Masakan Indonesia
Masakan dari Indonesia telah dipengaruhi oleh budaya Cina dan budaya India, serta oleh budaya Barat. Namun, masakan Indonesia juga berkontribusi pada masakan negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, di mana masakan Padang atau Minang dari Sumatera Barat sangat populer. Juga Sate (Sate di Indonesia), yang berasal dari Jawa, Madura, dan Sumatera. Pada abad kelima belas, baik Portugis dan pedagang Arab tiba di Indonesia dengan maksud perdagangan lada dan rempah-rempah lainnya. Selama era kolonial, imigran dari berbagai negara telah tiba di Indonesia dan membawa budaya yang berbeda serta masakan.
Kebanyakan pribumi makan nasi sebagai hidangan utama, dengan berbagai macam sayuran dan daging sebagai lauk pauk. Namun, di beberapa bagian negara, seperti Irian Jaya dan Ambon, mayoritas orang makan sagu (sejenis tapioka) dan ubi jalar. Masakan Indonesia biasanya pedas, menggunakan berbagai cabai dan rempah-rempah. Hidangan yang paling populer adalah nasi goreng (nasi goreng), Sate, Nasi Padang (sepiring Minangkabau) dan hidangan berbasis kedelai, seperti tahu dan tempe. Karakteristik unik dari beberapa makanan Indonesia adalah aplikasi saus pedas kacang tanah di piring mereka, sebagai ganti untuk Gado-gado atau karedok (indonesian salad gaya), atau untuk bumbu sate ayam panggang. Aspek lain yang unik dari masakan Indonesia menggunakan terasi atau belacan, pasta udang pedas dalam hidangan dari oelek sambal (saus pedas panas). The taburan bawang merah goreng juga memberikan tekstur renyah yang unik untuk beberapa masakan Indonesia.
pengen dapet materi lengkapnya??? DOWNLOAD DISINI
dapetin juga slide presentasi nya DISINI
Rabu, 04 Mei 2011
IPS 2: Karakteristik budaya
KARAKTERISTIK BUDAYA BARAT, TIMUR DAN ISLAM
A.Karakteristik Budaya Barat
Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban
Eropa), mengacu pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan
agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya
Barat dapat ditujukan terhadap:
•Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat,
sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan
warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta
dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan
oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan
termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan
berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang
irasionalitas dan teokrasi.
•Pengaruh budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi
etika atau moral, selama masa Pasca Klasik.
•Pengaruh budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi
lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme.
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam
definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip
artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Istilah ini juga telah
dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau
kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan
Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga
dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat modern,
antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan
penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai
akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga
hasil pola pemikiran demikian membuahkan sains dan teknologi. Filsafat Barat telah
dipusatkan kepada ujud dunia rasio. Oleh karenanya, pengetahuan mempunyai dasar empiris
yang kuat. Demikian pula dalam tradisi agama Barat, dunia empiris memiliki arti. Pada zaman
sekarang semakin nyata bahwa sikap aktif dan rasional di dunia Barat unggul, sebaliknya
pandangan hidup tradisional baik filsafat maupun agama ada kesan mundur.
Barat dalam cara berpikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan
hidup sehingga tidak cocok dengan cara berpikir untuk meninjau makna dunia dan makna
hidup. Dalam hal manusia, mereka beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi
segalanya. Maksudnya manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya
sendiri, dengan syarat bertitik tolak dari rasio, intelek dan pengalaman. Manusia oleh Barat
dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional, kreatif, dan
estetik sehingga kebudayaan Barat menghasilkan beberapa nilai dasar seperti demokrasi,
lembaga sosial, dan kesejahteraan ekonomi. Kesemuanya berpangkal demi penghargaan
mutlak bagi manusia. Manusia harus mendapat segala yang bernilai dalam mewujudkan
kemampuannya karena manusia yang memiliki nilai sehingga diukur dari kemampuannya,
bukan dari kebijaksanaan hatinya.
Tentang kebebasan di Barat cukup menarik untuk diamati. Semua orang Timur
menganggap bahwa Barat itu negara kebebasan, segala sesuatunya serba mungkin terjadi. Hal
ini dimulai dari sosialisasi anak, yang dibiarkan untuk membentuk dirinya sendiri dan
mengemangkan bakatnya sendiri. Akhirnya keebasan itu diwujudkan dalam berbagai bidang
kehidupan sosial, politik, kebudayaan, dan ekonomi. Tradisi kebebasan ini menimbulkan rasa
percaya diri dan kemampuan serta menghilangkan perbedaan status sosial.
Tradisi humanistik di Barat berupa penghargaan terhadap martabat manusia sebagai
suatu yang otonom, merdeka dan rasional, menunjang nilai-nilai demokrasi, lembaga sosial
dan kesejahteraan ekonomi. Nilai-nilai lain pun berkembang seperti, kebebasan,
perekonomian, dan teknologi. Di Barat orang lebih condong menekankan dunia empiris
sehingga mereka maju dalam sains dan teknologi. Melalui pengaruh Yunani, Barat berkemang
dalam pengetahuan deskriptif dan spesialisasi. Dukungan sikap Barat yang lebih besar
tekanannya kepada realitas dan nilai waktu menyebabkan perkembangan yang pesat dalam
filsafat prosesi pengonsepan evaluasi kreatif serta kemajuan. Manusia dengan alam menurut
konsep Barat adalah terpisah. Alam sebagai dunia luar harus dieksploitasi. Hal ini tertulis
dalam kata-kata: menaklukkan luar angkasa, menaklukkan alam dan hutan rimba.
B.Karakteristik Budaya Timur
Nilai budaya Timur pada intinya banyak bersumber dari agama-agama yang lahir di
dunia Timur. Pada umumnya, manusia-manusia Timur menghayati hidup yang meliputi
seluruh eksistensinya. Berpikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia
untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis, sebab manusia timur lebih menyukai intuisi
daripada akal budi. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya, tetapi pada
hatinya. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan intuisi serta inteligensi dan
perasaan. Ringkasnya, mereka mengahayati hidup tidak hanya dengan otaknya.
Nilai budaya yang dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha membuat kebijaksanaan
Timur bersifat kontemplatif, tertuju kepada tinjauan kebenaran. Dengan demikian, berpikir
kontemplatif dipandang sebagai puncak perkembangan rohani manusia. Pemikir Timur lebih
menekankan segi dalam dari jiwa, dan realitas di belakang dunia empiris dianggap sebagai
sesuatu yang hanya lewat dan bersifat khayalan. Timur lebih menekankan disiplin
mengendalikan diri, sederhana, tidak mementingkan dunia, bahkan menjauhkan diri dari
dunia.sesuatu yang baik menurut Timur tidak terdapat hanya dalam dunia benda, tidak dengan
memanipulasi alam, mengubah masyarakat dan mencari pencarian zat yang satu, di dalam diri
kita atau di luarnya.
`
Di Timur dicari keharmonisan dengan alam, sebab alam memberi kehidupan, memberi
makanan, tempat berteduh, bahan untuk seni dan sains. Nafsu untuk memperoleh hikmah atau
kerinduan akan keselamatan dan kebebasan diri dari penderitaan dunia, bagi Dunia Timur
cukup kuat. Ide bkeselamatan ini besar pengaruhnya dalam membentuk mentalitas, teori, dan
praktek bangsa Timur. Jalan untuik memperolewh ini semua tidak terlketak pada akal
budinya, tetapi dilalui meditasi, tirakat (ascetic), dan mistik.
Dalam hal menegakkan norma, Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama, tetapi
ide abstrak atau simbolik pun dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. Mencari
ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja, tetapi mencari
kebijaksanaan.
Sikap orang Timur terhadap alam adalah menyatu dengan alam, tidak memaksakan
diri dengan atau mengeksploitasi alam, bahkan mengeinginkan harmoni dengan alam karena
alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kalau alam binasa,
maka manusia pun akan binasa. Untuk menjaga hubungan yang harmonis terkadang muncul
ekspresi kongkret dalam bentuk hubungan mistik manusia dengan alam. Ringkasnya, Dunia
Timur menginginkan kekayaan hidup,aan benda, tenang tentram, menyatu diri, fatalisme,
pasivitas, dan menarik diri.